Untuk Kalian Yang Memutus Pertemanan
Pikiranku ramai tapi sejujurnya hatiku sedikit kesepian. Tahun 2025 November ini umurku 26 tahun dan aku dengan sadarnya memutus pertemanan dengan teman dekatku saat SMK. Entah suatu saat waktu juga mungkin mendewasakan bisa saja kita dipertemukan dalam versi levih baiknya, namun akan aku jelaskan kenapa kita perlu memutus pertemanan yang tidak menguntungkan sebagai berikut:
1.) Take and Give: Aku percaya bahwa hubungan pertemanan yang sehat adalah yang terus di pupuk perlahan seperti menanam pohon buah, kita selalu memberi air, pupuk, sampai ia memberi kita buah dengan banyaknya. Realistis saja aku bukan tipikal teman atau pasangan yang rela untuk memberi selalu, katakan bahwa aku pamrih. Namun saat niat bersilaturahmi kerumah orang ada baiknya membawa sesuatu kalau sudah lama tidak bertamu. Memberi dan menerima tidak juga wajib, jika kamu memang sosok yang suka memberi selalu tapi akan ada dimasa kamu berfikir ternyata yang effort hanya sendirian itu melelahkan agar setara ya saling bergantian.
2.) Susah diajak janjian (ketemu): Awal-awal pertemanan aku mengizinkan diriku mengikuti waktu temu sesuai keinginannya setiap aku mengajak ditolak dan terlalu sering. Lama-lama aku lelah dan merasa tidak dihargai aku yang selalu menyesuaikan jadwal dia. Aku sadar mungkin memang hubungan pertemanan ini tidak seberharga itu atau memang tidak bisa sedekat yang aku kira. bisa saja memang Tuhan menyeleksi dengan sendirinya.
3.)Tidak berkembang bersama: Ada saat kita membicarakan topik usaha(berjualan) namun tanggapannya kurang memuaskan dan bilang "coba saja kalau mau" aku pikir ia akan menjawab "yukk mau kapan" saat itu aku sadar kayaknya mungkin emang udah waktunya berhenti disia-siakan. pikirku saat itu gapapa ga punya temen, tapi selalu ada hal baik datang temanku yang selalu tahu aku ia akan berani bertanya "boleh main?" tentu saja ini berarti ia masih mengingat aku dan menginginkan hubungan pertemanan ini tetap terjalin. Mungkin usaha biarlah aku sendiri yang berusaha membuatnya tetap hidup, nanti saat punya modal aku akan mulai dengan tekun.
Mungkin saat itu aku memang perasa saja tapi pada dasarnya manusia bertumbuh, entah dia atau aku yang memulai perubahan itu. Aku sudah biasa merasa sepiya kadang pengen cerita, main keluar bareng. Tapi, ini bagian proses kehidupan hal-hal kecil terseleksi dengan waktu. Untuk kalian yang berkenan membaca membaca cerita ini terimakasih, dan maaf jika tidak sesuai pemikiran kalian karena semua adalah pengalaman pribadi. Untuk kalian dan aku semoga menemukan orang -orang baik yang tepat di masa mendatang.
@afii5laa
Jum'at, 18 Juli 2025
Komentar
Posting Komentar